Starvo Gandeng Jababeka

spklu jababeka

Jakarta,Starvo.co.id, Dalam upaya mewujudkan komitmen dan dukungan terhadap program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di dalam negeri, Jababeka dalam waktu dekat akan mendirikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Rencana tersebut diwujudkan usai perseroan menggandeng salah satu perusahaan penyedia pengisian kendaraan listrik terbesar di Indonesia, PT Starvo Global Energi. Sehingga, nanti di kawasan Kota Jababeka, Cikarang, Jawa Barat akan terdapat SPKLU yang difokuskan di gedung-gedung komersial, smart manufactures, smart homes, dan area umum.

“Langkah pertama, kita akan hadirkan charging station untuk mobil listrik di kawasan industri makanan dan minuman (FnB) dan satu lagi di golf dan country club,” kata President Director PT Grahabuana Cikarang, Sutedja S Darmono di Jakarta, Selasa (25/5/2021). Adapun kerja sama strategis antar kedua perseroan tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan kesepakatan (MoU) yang disaksikan oleh perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kesepakatan ini mencangkup pengadaan, penjualan, serta pemasangan SPKLU atau EVCS (electric vehicle charging station) pada wilayah terkait. Dalam kesempatan sama, Direktur Starvo Global Energi Rachman Elly menyatakan bahwa pengadaan SPKLU di berbagai titik dapat mendorong pembentukan ekosistem elektrifikasi kendaraan.

Sebab, salah satu kekhawatiran calon pemilik kendaraan listrik kini ialah terbatasnya charging station. Di samping itu, melalui langkah tersebut juga bisa secara langsung memberikan edukasi masyarakat lebih masif. Adapun bisnis model dalam kesepakatan ini, lanjut Elly, ada tiga model yang disesuaikan kebutuhan masing-masing dengan rincian Sell to Operate (STO), Sell Own Operate (SOP), dan Invest to Operate (ITO). “Jangka panjangnya, kedua perusahaan menyepakati untuk membangun Stasiun Pengisian Energi Mobil Listrik di area publik guna menunjang aktifitas perekonomian didalam kawasan dengan mengkolaborasikan bisnis model STO & ITO,” kata dia. Diketahui, Indonesia menjadi saksi pertumbuhan kendaraan listrik berkat keputusan presiden 55/2019, yang menempatkan stimulasi pasar kendaraan listrik di samping efisiensi dan keamanan energi dan kualitas udara bersih.

Berdasarkan ketentuan undang-undang baru tersebut diharapkan mobil listrik menguasai 20 persen pasar kendaraan pada tahun 2025 dan terus bertambah hingga 50 persen di tahun 2030. “Dengan ditantanganinya MOU ini, maka kedua perusahaan juga turut merespon kebijakan yang telah dibuat pemerintah didalam program percepatan kendaraan listrik dalam negeri,” ujar Elly.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign Up

Give us a call or fill in the form below and we will contact you. We endeavor to answer all inquiries within 24 hours on business days.