charging-home-vs-spklu

Dengan semakin banyaknya pemilik kendaraan listrik (EV) di Indonesia, salah satu pertanyaan terbesar adalah: lebih hemat mana antara charging di rumah vs stasiun umum (SPKLU)? Mengingat biaya energi merupakan komponen penting dalam total biaya kepemilikan EV, memahami perbandingan keduanya sangat penting untuk pengendara yang cerdas. (EnergySage)


1. Biaya Charging di Rumah

Charging mobil listrik di rumah biasanya berarti menggunakan tarif listrik rumah tangga yang lebih rendah dibandingkan tarif di stasiun umum. Di Indonesia, tarif listrik rumah tangga biasanya sekitar Rp 1.444–1.700 per kWh tergantung golongan dan penggunaan listrik. (Kompas Otomotif)

Contohnya:
Jika baterai EV memiliki kapasitas 30 kWh, biaya charging penuh di rumah bisa sekitar:
30 kWh × Rp 1.444 = ±Rp 43.341. (Realitas Online)

Keuntungan charging di rumah:

  • Lebih murah per kWh dibandingkan public charger. (EnergySage)
  • Bisa dilakukan saat malam hari atau jam listrik murah (tarif diskon atau off-peak). (Sinar Mas Land)
  • Tidak perlu antre atau menunggu slot charging.
  • Cocok untuk pengisian rutin harian.

Namun perlu diperhatikan:

  • Perlu investasi awal untuk pemasangan charger rumah (EVSE) — biaya ini terpisah dari biaya listrik. (EnergySage)
  • Tidak semua rumah/apartemen punya fasilitas parkir dengan akses listrik sendiri.

2. Biaya Charging di Stasiun Umum (SPKLU)

Charging di SPKLU terkadang lebih praktis dan cepat, terutama saat di perjalanan jauh atau ketika kamu tidak punya akses charging di rumah. Namun dari sisi biaya, biasanya lebih mahal dibandingkan charging di rumah. (EnergySage)

Contoh tarif SPKLU:

  • Fast charging di SPKLU bisa sekitar Rp 2.400–2.900 per kWh. (Realitas Online)
    Jika kita ambil baterai 30 kWh, biaya charging bisa sekitar 30 kWh × Rp 2.900 = ±Rp 87.000dua kali lipat lebih mahal dibandingkan kalau charging di rumah. (Realitas Online)

Keuntungan charging di stasiun umum:

  • Cepat penuh, terutama dengan fast charger.
  • Cocok untuk kebutuhan perjalanan jauh / road trip.
  • Tidak perlu investasi awal untuk charger atau instalasi listrik.

Kekurangan:

  • Biaya per kWh lebih tinggi, sehingga total biaya charging lebih mahal dalam jangka panjang. (EnergySage)
  • Sering ada antrian pada jam ramai atau di titik populer.

3. Mana yang Lebih Hemat?

Secara umum, charging di rumah lebih hemat biaya daripada di stasiun umum (SPKLU) untuk kebutuhan harian dan rutin. Banyak analisis menunjukkan bahwa biaya per kWh di rumah biasanya signifikan lebih rendah dibandingkan public charging, bahkan hingga dua kali lipat atau lebih tinggi di SPKLU. (EnergySage)

👉 Tips hemat biaya:

  1. *Isi di rumah untuk penggunaan harian seperti pulang-pergi kerja, sekolah, atau belanja biasa.
  2. Gunakan SPKLU untuk perjalanan jauh atau ketika kamu butuh pengisian cepat.
  3. Pertimbangkan charging malam hari saat tarif listrik bisa lebih murah atau berlaku diskon listrik. (Sinar Mas Land)

4. Kesimpulan

FaktorCharging di RumahCharging di SPKLU
Biaya per kWhLebih murahLebih mahal
KecepatanCukup cepat (Level 2)Cepat (Fast Charging)
AksesButuh fasilitas rumahTersedia umum
Harga total bulananLebih ekonomisLebih tinggi

🔎 Ringkasnya:
Untuk penggunaan harian, charging di rumah jauh lebih hemat daripada charging di stasiun umum. Stasiun umum ideal dipakai saat kamu sedang dalam perjalanan jauh atau membutuhkan pengisian cepat. (EnergySage)


Your Shopping cart

Close